Bejat!! 15 Kali Setubuhi Anak Tirinya, Warga Ketapang Ini Dibekuk Polisi

Print Friendly, PDF & Email
image_pdfimage_print

LAMPUNG SELATAN, Exspost.com — Seorang pria berinisial NA (34) warga Lampung Selatan, berhasil dibekuk polisi usai dilaporkan istrinya sendiri di Mapolsek Penengahan, Lamsel. Na dibekuk lantaran melakukan perbuatan asusila sebanyak 15 kali terhadap anak tirinya sendiri yakni KA (18).

Perbuatan bejad pelaku pertama kali dilakukan ketika korban berusia 13 tahun atau masih duduk di bangku Kelas V Sekolah Dasar pada sekitar 2017 silam pukul 01.00 WIB.

Perbuatan keji itu dilakukan saat sang ibu K (41) tengah merantau ke Jakarta untuk bekerja dan mempercayakan buah hatinya diasuh pelaku dirumahnya berlokasi di Kecamatan Ketapang.

Kapolsek Penengahan, Iptu Gobel menjelaskan, pelaku melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur itu dibekuk polisi pada Selasa 31 Januari 2023 sekitar pukul 17.00 WIB.

“Pelaku langsung kami tangkap, setelah ibu korban melapor ke Mapolsek Penengahan atas kasus dugaan persetubuhan anak dibawah umur,” kata Kapolsek, Jumat 3 Februari 2023.

Menurut pengakuan pelaku kepada polisi, Kapolsek mengatakan pelaku melancarkan aksi amoral itu sejak korban masih duduk dibangku Kelas V SD hingga lulus. Lalu, berlanjut saat korban masuk Kelas I hingga Kelas III SMP.

“Terakhir kali, pelaku mengulangi perbuatan keji itu pada Senin 30 Januari 2023 sekitar pukul 01.30 WIB. Aksinya itu dilakukan didalam rumah,” katanya.

Tragisnya lagi, kata Kapolsek, kejadian itu berlangsung ketika sang ibu korban tengah berada dirumah dan sedang tertidur.

“Pelaku mengaku, perbuatan persetubuhan dari awal hingga terakhir telah dilakukan sebanyak 15 kali. Setelah itu, ibu Kandung korban melaporkan ke Polsek Penengahan untuk ditindaklanjuti,” kata dia.

Selain tersangka, kata Kapolsek, pihaknya turut menyita satu potong kaos warna kuning, satu buah bra warna oranye dan satu buah celana dalam warna hitam serta satu buah celana pendek warna oranye.

“Pelaku kami jerat dengan Pasal 81 ayat 1 dan ayat 3 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancamannya, pidana kurungan penjara maksimal 15 tahun,” kata dia. MAD

banner 828x269

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *